Dipo Satria Ramli
Practical Economist

Menyatukan Pengalaman Praktik dan Teori Ekonomi
Dengan pengalaman hampir 20+ tahun di investment banking, teknologi, startup UMKM, climate change, dan bidang lainnya, Dipo mengombinasikan pengalaman dan keahliannya dengan pendekatan rasional untuk menghasilkan strategi ekonomi yang mendorong pertumbuhan dan solusi untuk ekonomi rakyat.
Dipo berkomitmen untuk mewujudkan ekonomi bekerja bagi rakyat, pemerintah, dan sektor bisnis Indonesia melalui solusi yang reasonable dan actionable.
Tentang Dipo Satria Ramli
Practical Economist, Former Investment Bank Director, Startups, Climate Change, Education & 75 Hard Finisher
Berbekal keahlian di bidang Computer Science & Applied Mathematics dari University at Albany, SUNY, New York, karir Dipo dimulai sebagai software engineer di California, Amerika Serikat.
Selanjutnya, Dipo meniti karier di sektor keuangan & pasar modal sebagai analyst di ABN AMRO Securities Indonesia. Sebelum umur 30 tahun, Dipo mencapai posisi Direktur Investment Bank di Macquarie Capital Indonesia. Macquarie adalah salah satu perusahaan investasi infrastruktur terbesar di dunia.
Selama periode ini, Dipo juga meraih gelar Master of Business Administration (MBA) di Instituto de Empresa, Spanyol.
Setelahnya, Dipo bekerja di bidang kredit karbon hutan Indonesia dan inisiatif konservasi (Climate Change). Selain itu, Dia aktif berkontribusi pada investasi, konsultasi, dan memimpin inisiatif dalam perusahaan rintisan (startup) di sektor teknologi dan UMKM.
Saat ini, Dipo Satria Ramli adalah mahasiswa Doktor S3 bidang ilmu ekonomi di Universitas Indonesia.
Lihat Linkedin Profile here
Menjembatani Teori Ekonomi Menuju Kesuksesan Nyata
Misi dan minat studi sebagai berikut:
MEMBERDAYAKAN INDONESIA: STRATEGI UNTUK KEMAKMURAN RAKYAT
Jalan Indonesia menuju kemakmuran terletak pada pemenuhan kebutuhan dasar rakyatnya.
Inti dari strategi ini adalah memastikan semua pengeluaran utama masyarakat miskin di Indonesia terpenuhi, dengan fokus khusus pada:
(1) Pasokan makanan dan Air. Sembilan bahan pokok seperti beras, daging, telur, dan lain-lain
(2) Listrik
(3) BBM
(4) Pendidikan
(5) Kesehatan
Dengan hanya fokus menjaga harga 5 item ini saja, Indonesia dapat meningkatkan kehidupan jutaan orang miskin.
Pro-Pertumbuhan, Pro-Pekerjaan & Pro-Rakyat Miskin.